Biography
D’Cinnamons. Band unplugged-acoustic yang berkibar dibawah naungan label POPS MUSIK-AQUARIUS MUSIKINDO ini merilis hot single “Galih dan Ratna” ciptaan Guruh Soekarnoputra, awal February 2009 lalu.
Band yang solid dengan gitar akustik ini, menemukan tantangan sendiri dan begitu sukses dalam membawakan lagu Galih dan Ratna( yang pada awal tahun 80 dinyanyikan oleh almarhum Chrisye). Mencari aransemen yang cocok dengan Galih dan Ratna, D’Cinnamons bermain dalam trainbeat ditemani sedikit bumbu folk gitar dobro, ditemani suara sang vocalist Dodo yang ringan, berkarakter dan natural.
Sedikit bermain aransemen, konsep trainbeat dianalogikan sang sutradara video klip Erik Wiradiputra sebagai lajunya kereta api. Syuting video klip pun dilakukan dalam gerbong kereta api, di stasiun kereta api kota Bandung. Untuk menambah romantisme dua sejoli, Wiradiputra memilih 3 pasang model yang bermain sepeda bersama, yang syutingnya dilakukan di kompleks kotabaru Parahyangan Padalarang.
Aransemen ulang tampaknya menjadi salah satu keahlian D’Cinnamons, yang sebelumnya juga sempat merilis “Selamanya Cinta” ciptaan Dorrie Kalmas. Pemenang IMA 2008 (Indonesian Movie Award 2008) kategori Soundtrack terfavorit “Selamanya Cinta” ini, pada july 2007 terpilih menjadi pengisi soundtrack film arahan sutradara Rudisoejarwo “Cintapuccino”. Film tersebut diangkat dari novel sukses Cintapuccino karya Icha Rahmanti, yang oleh Sinemart difilmkan dengan judul yg sama.
Berawal dari hobby, seluruh anggota d’cinnamons belajar music secara otodidak. Dodo si vokalis, penulis lagu, yang juga gitaris ini mengawali perjalanannya di Bandung, bermain di beberapa café ternama setelah sebelumnya di café café kecil, juga mall, dan foodcourt. Kuliah di Universitas Parahyangan jurusan Ekonomi manajemen, membuat Dodo terinspirasi membuat “produk” music yang memiliki differensiasi dari yang ada kebanyakan. Differensiasinya tidak main main, untuk seorang penyanyi café yang harusnya membawakan lagu lagu top 40 dan request pengunjung, dia hanya menyanyikan apa yang ia mau, apa yang ia benar benar suka. “Saya sebenarnya lebih suka bernyanyi karena suka lagunya, daripada saya bernyanyi setengah hati demi request pengunjung, lebih baik minta maaf karena lagunya saya kurang cocok, haha ha”. Untuk menyempurnakan aransemen, Dodo mengajak teman sekolahnya, Bonaventura si Gitaris, Trumpetis, dan juga penulis lagu, untuk bergabung membantu aransemen melodic dan harmonisnya. Dua alumni SMA Santo Aloysius Bandung ini mempunyai ketertarikan terhadap music akustik, walau keduanya mempunyai influence music yang cukup berbeda. Setelah Bona, Laura si Bassis pun diajak menyempurnakan formasi D’Cinnamons yang berkonsep feminin unplugged akustik.
Perjalanan bermusik dari café ke café, disikapi dengan idealism yang cukup kental. Pemilihan lagu dan aransemen selalu komit ke akustik, membuat D’Cinnamons menemukan garis merah “rasa” musiknya.
Loving You it Hurts Sometimes adalah lagu pertama D’Cinnamons , disebut sebut menjadi “angin segar dunia music Indonesia” pada saat dirilis tahun 2004 secara indie. Tahun 2007 label POPS MUSIK-AQUARIUS merilis ulang Loving You plus video klipnya karya Agung Sentausa, seiring debut album D’Cinnamons yang berjudul “Good Morning!”.
Album “Good Morning!” dirilis dengan formasi Dodo-Bona-Laura awal 2007, berisi sepuluh lagu yang kesemuanya diciptakan oleh D’Cinnamons. 60% berbahasa Inggris, dan 40% berbahasa Indonesia. “Loving You”, “Kuyakin Cinta”, “Mayday! I’m In Love!”, “Good Morning”, “Semua yang Ada”, “Supergirl”, “Tak Takut!”, “So Would You Let Me Be …”, “I.M.U.L”, dan “I Love You”.
“Kuyakin Cinta” menjadi single berikutnya dari album debut D’Cinnamons, Dodo si penulis lagu bertanya akan kejujuran dan kesalahan jatuh cinta, namun ternyata ia menemukan yg disebut cinta itu tidak pernah salah. Hal ini diangkat menjadi konsep utama di video music karya Eugene Panji, yang mengundang “Ucok Baba” dan kawan kawan cebol untuk tampil di video ini. Di video ini, Ucok Baba dan istrinya (diperankan oleh seorang model) memerankan manusia yg secara fisik kurang sempurna tetap dapat mendapatkan cinta yang jujur dan sempurna.
Tahun ini D’Cinnamons berencana membuka gerai gitar akustik buatan Indonesia, untuk membantu kebangkitan produk produk Indonesia di mata nasional maupun dunia. “Yup Gerai gitar akustik ini, untuk ikut menyemangati kebangkitan produk produk berkualitas buatan Indonesia, juga untuk mengajak teman teman sesama musisi menggunakan instrument gitar buatan Indonesia. Mungkin kedengaran klise, tapi kita tetap harus fight.”


